Biometrik: Penggunaan Sidik Jari dan Pemindaian Wajah untuk Akses Publik Asia

Biometrik: Penggunaan Sidik Jari dan Pemindaian Wajah untuk Akses Publik Asia

0 0
Read Time:54 Second

Penggunaan teknologi biometrik, seperti sidik jari dan pemindaian wajah (facial recognition), telah meluas di Asia untuk berbagai keperluan akses publik, mulai dari imigrasi di bandara, akses keamanan di gedung perkantoran, hingga transaksi pembayaran. Adopsi ini didorong oleh kenyamanan dan tingkat keamanan yang dianggap lebih tinggi dibandingkan kata sandi tradisional.

Pemerintah di beberapa negara (contohnya India dengan sistem Aadhaar) menggunakan biometrik untuk identifikasi nasional, menghubungkan warga dengan layanan publik dan manfaat sosial. Inisiatif ini bertujuan untuk mengurangi penipuan dan meningkatkan efisiensi layanan.

Namun, penyebaran teknologi biometrik ini memicu kekhawatiran serius mengenai privasi data dan potensi pengawasan massal. Kekhawatiran terbesar adalah bagaimana data biometrik yang sangat sensitif disimpan, dan risiko penyalahgunaan atau kebocoran data tersebut.

Diperlukan kerangka regulasi yang kuat dan transparan untuk mengatur pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data biometrik. Konsensus publik dan mekanisme akuntabilitas yang jelas harus menjadi dasar sebelum teknologi ini diimplementasikan secara luas dalam skala besar.

Penggunaan biometrik (sidik jari, pemindaian wajah) meluas di Asia untuk akses publik dan identifikasi nasional, didorong oleh kenyamanan dan keamanan, namun memicu kekhawatiran privasi data dan potensi pengawasan massal yang menuntut regulasi transparan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%