Teknologi cetak 3D (Additive Manufacturing) telah menjadi solusi inovatif dan efektif untuk mengatasi masalah kelangkaan komponen mobil langka, terutama untuk kendaraan klasik atau model yang tidak lagi diproduksi, di seluruh Asia. Ini menawarkan cara cepat dan hemat biaya untuk memproduksi suku cadang sesuai permintaan (on-demand).
Sebelumnya, pemilik kendaraan lama seringkali harus mencari suku cadang langka melalui jaringan scrap yard atau menunggu berbulan-bulan untuk pesanan dari luar negeri. Cetak 3D memungkinkan pabrikan, workshop, atau bahkan pemilik mobil untuk memproduksi komponen yang hilang atau rusak dengan cepat.
Prosesnya melibatkan pemindaian komponen asli (jika ada) atau penggunaan file desain digital, yang kemudian dicetak menggunakan bahan yang kuat seperti polimer, resin, atau bahkan logam. Akurasi dan daya tahan suku cadang yang dicetak kini semakin mendekati kualitas komponen asli.
Pabrikan otomotif besar di Asia mulai mengintegrasikan cetak 3D ke dalam rantai pasok mereka untuk komponen aftermarket, terutama untuk spare parts bervolume rendah. Ini mengurangi biaya penyimpanan inventaris dan meminimalkan risiko rantai pasok.
Teknologi cetak 3D tidak hanya memperpanjang usia kendaraan klasik dan langka di Asia, tetapi juga mengubah paradigma manajemen suku cadang. Ini adalah masa depan di mana kelangkaan komponen fisik tidak lagi menjadi hambatan besar dalam pemeliharaan otomotif.

